Dilema Pekerja Kreatif di masa ‘New Normal’

Author

Kebijakan New Normal – Normal Baru sebenarnya merupakan itikad baik pemerintah untuk memulihkan geliat perekonomian. Sayangnya kenyataan di lapangan malah menimbulkan kengerian baru. Menumpuknya antrian penumpang di stasiun kereta hingga banyaknya pembeli di pasar tradisional yang abai pada protokol kesehatan, pada akhirnya malah meningkatkan jumlah penderita terinfeksi Covid-19 secara drastis.

Para fotografer sebenarnya sudah tak sabar untuk mulai kembali memotret manusia dan alam di luar rumah, sekaligus menyelenggarakan pameran dan meliput berbagai kegiatan keramaian lainnya. Namun jika melakukan pemotretan di luar rumah justru beresiko tertular dan menularkan virus Corona, tampaknya lagi-lagi hati ini harus disabarkan dulu.

Squad di ARThemis saat ini tetap berkomitmen untuk melakukan hampir segala aktivitas secara online, seperti pemotretan virtual, foto produk yang dikirimkan ke rumah fotografer, dan mempersiapkan online masterclass tentang fineart photography yang direncanakan akan launching dalam 1-2 bulan ini.

Komitmen ini dilakukan sebagai upaya untuk tidak ikut berkontribusi dalam penyebaran virus Corona. Dengan ‘mengorbankan’ keinginan untuk belum memotret keluar dulu, kami berharap agar penularan virus ini bisa segera mereda.

Melakukan aktivitas fotografi secara daring, sejujurnya saat ini cukup susah dilakukan. Pemotretan visual tidak memiliki kualitas yang setajam memotret langsung karena lensa kamera pastinya terhalang oleh layar gawai. Banyak improvisasi harus dilakukan agar foto tetap terlihat berkualitas prima seperti memotret langsung.

Kesulitan memotret secara visual juga bisa muncul jika tiba-tiba koneksi internet antara fotografer dan modelnya mengalami masalah. Selain itu ada kebutuhan khusus bagi fotografer untuk melihat dan menyentuh secara langsung objek foto supaya bisa meningkatkan bonding dan mendapatkan suatu sense sehingga menghasilkan foto menakjubkan seperti yang diinginkan sang fotografer.

Ketika muncul pemberitaan di media menampilkan banyaknya warga yang justru mengabaikan protokol kesehatan pada pelaksanaan New Normal, secara pribadi ada rasa sedih dan marah melihat kelakuan-kelakuan mereka yang tidak peduli tersebut.

Frasa Normal Baru malah dipersepsikan banyak orang sebagai kembalinya kebiasaan lama sebelum pandemi Covid-19 mendera, sehingga memakai masker dan pembatasan jarak malah dianggap sebagai gangguan. Belum lagi penolakan untuk memeriksakan kesehatan yang sebenarnya direkomendasikan petugas medis untuk bisa memetakan lokasi penyebaran virus. Ada rasa iba pula bagi para pekerja yang harus berdesakan menunggui transportasi umum sebab kebijakan eksekutif di perusahaan mereka kembali memberlakukan shift kerja seperti sebelum penyebaran Covid-19.

Sungguh sebenarnya kondisi Normal Baru ini begitu kompleks untuk disederhanakan sebagai “beraktivitas di luaran sambil tetap menjaga jarak, memakai masker, dan jangan lupa sering cuci tangan”. Memang seperti apapun juga, aktivitas produksi harus terus berjalan. Sebagai salah satu industri yang banyak menggantungkan produktivitasnya dari kegiatan di luar rumah, ARThemis juga merasakan kondisi yang sama dengan banyak pelaku bisnis lainnya ketika aktivitas di luar rumah sangat terbatas.

Tapi kembali lagi pada core pendirian ARThemis, bahwa dasar kemanusiaan lah yang menjadi penggerak dan jiwa dari perusahaan. Oleh sebab itu, meski produktivitas menjadi sedikit karena dilakukan di rumah, keputusan untuk tetap mengurangi kegiatan di luar tetap menjadi prioritas utama di masa New Normal agar squad tidak ikut berkontribusi dalam penyebaran virus.

Kami yakin kondisi ini tidak akan menjadi semakin buruk asalkan kita tidak menyerah. Sejak awal, menyerah tidak pernah menjadi opsi dalam mendirikan ARThemis. Memang selayaknya sebagai seorang seniman, bertindak kreatif dan produktif menghasilkan karya adalah sebuah keharusan, bahkan mutlak dilakukan meski langit akan runtuh sekali pun. Seperti semboyan para founders: kuatkan tekad, tetap nekad, dan selalu semangART!

Bagaimana pun keadaannya, fase Normal Baru tetap mengharuskan kita agar tetap mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak melakukan hal-hal yang penting. Walau fasilitas publik secara bertahap mulai dibuka sepenuhnya, berdiam dan bekerja di rumah tetap merupakan opsi terbaik sampai kondisi penyebaran virus mulai membaik.

Harapannya agar kesabaran ini pada akhirnya berbuah manis pada kita semua. ARThemis sungguh sangat tak sabar berada di tengah hiruk pikuk keramaian untuk menuangkan cerita-cerita orang dalam gambar. Serta tentunya ingin cepat-cepat membuka studio impian agar bisa lebih produktif menghasilkan karya-karya luar biasa.

Sekarang ini, yang terpenting adalah tetap jaga kesehatan. Patuhi protokol kesehatan dan jangan berpikir sedikit pun untuk mengabaikannya. Pandemi akan segera berakhir jika kita semua bekerja sama mematuhi aturan kesehatan untuk menghilangkan penularan.

Relevant Posts

Menu